Sabtu, 04 April 2020

BJ Habibie

Selain kisah cintanya bersama Ibu Ainun yang merupakan istri paling dicintai oleh BJ Habibie. BJ Habibie yang merupakan presiden ketiga Republik Indonesia adalah seorang tokoh yang dikenal karena kecerdasannya. Beliau pernah studi teknik penerbangan dan spesialisasi konstruksi pesawat terbang yang berhasil juga merakit pesawat Indonesia pada masa itu. Untuk lebih lengkapnya simak biografi BJ Habibie berikut ini.

Biografi BJ Habibie

Presiden Indonesia BJ Habibie
Presiden Indonesia BJ Habibie
  • Nama Lengkap: Prof. Dr.-Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie
  • Nama Populer: BJ Habibie
  • Istri: Hasri Ainun Besari
  • Tempat, Tanggal Lahir: Pare-pare, 25 Juni 1936
  • Masa Menjabat Presiden: 21 Mei 1998-20 Oktober 1999
  • Pendidikan: SMAK Dago, Bandung, Institut Teknologi Bandung (ITB), RWTH Aachen
  • Anak: Ilham Akbar, Thareq Kemal

Bacharuddin Jusuf Habibie merupakan nama lengkap dari BJ Habibie. Beliau lahir pada 25 Juni 1936 di Kota Pare-Pare, Sulawesi Selatan. Presiden ketiga Indonesia ini menempuh pendidikan SMA di SMAK Dago, Kota Bandung pada tahun 1954. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di ITB (Institut Teknologi Bandung). Namun, hanya beberapa bulan di ITB kemudian Ia memutuskan untuk mengikuti jejak teman-temannya untuk bersekolah di Jerman. Namun berbeda dengan yang lainnya, Ia tidak menggunakan beasiswa dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk melanjutkan kuliahnya di Jerman melainkan dengan menggunakan biaya sendiri dari ibunya yaitu R.A. Tuti Marini Puspowardojo. Mengingat pesan Bung Karno tentang pentingnya penguasaan Teknologi yang berwawasan nasional yaitu teknologi maritim dan teknologi dirgantara dikala Indonesia waktu itu masih berkembang akhirnya BJ Habibie diberi kesempatan belajar di Jerman.

Pada waktu itu pemerintah Indonesia dibawah Soekarno gencar membiayai ratusan siswa cerdas Indonesia untuk mengemban pendidikan di luar negeri dan menimba ilmu disana. Habibie merupakan rombongan kedua diantara ratusan pelajar SMA yang secara khusus dikirim ke berbagai negara. Kemudian Habibie memilih jurusan Teknik Penerbangan dengan spesialisasi Konstruksi pesawat terbang di Rhein Westfalen Aachen Technische Hochschule.

Biografi BJ Habibie : Kehidupan Kuliah di Jerman

BJ Habibie Ketika Menempuh Kuliah di Jerman
BJ Habibie Ketika Menempuh Kuliah di Jerman

Pendidikan yang ditempuh BJ Habibie diluar negeri bukan pendidikan kursus kilat akan tetapi merupakan sekolah bertahun – tahun sambil kerja praktek. Sejak awal Habibie memang tertarik dengan how to build commercial aircraft bagi rakyat Indonesia yang menjadi ide Soekarno di masa jabatannya. Darisana kemudian muncul perusahaan – perusahaan strategis, ada PT PAL dan salah satunya IPTN. Kemudian ketika BJ Habibie sampai di Jerman, Habibie punya tekad untuk sungguh – sungguh di perantauan dan harus pulang membawa kesuksesan mengingat jerih payah ibunya yang membiayai kuliah dan kehidupan sehari – harinya. Beberapa tahun kemudian, di tahun 1955 di Aachean, 99% mahasiswa Indonesia yang belajar disana diberikan beasiswa penuh. Hanya beliau yang punya paspor hijau atau swasta daripada teman yang lain.

Bagi Habibie di perantauan, musim liburan bukan liburan bagi beliau justru menjadi kesempatan emas yang harus diisi dengan ujian dan mencari uang untuk membeli buku. Setelah masa liburan berakhir, semua kegiatan dikesampingkan kecuali belajar. Berbeda dengan teman – temannya yang lain, mereka lebih banyak menggunakan waktu liburan musim panas untuk bekerja, mencari pengalaman dan uang tanpa mengikuti ujian. Kemudian pada tahun 1960, BJ Habibie mendapat gelar Diploma Ing, dari Technische Hochschule dengan predikat cumlaude (sempurna) yang nilai rata – ratanya mencapai 9,5. Dengan gelar insinyur yang sudah dikantongi kemudian membuat Habibie muda mendaftarkan dirinya untuk bekerja di Firma Talbot yang merupakan sebuah industri kereta api Jerman. Setelah itu kemudian beliau melanjutkan studinya untuk mendapatkan gelar Doktor di Technische Hochschule Die Facultaet Fure Maschinenwesen Aachen kemudian menikah di tahun 1962 dengan Hasri Ainun Habibie yang kemudian diboyong ke Jerman. Hidupnya semakin keras di Jerman, pagi – pagi Habibie harus jalan kaki cepat ke tempat kerjanya yang jauh untuk menghemat biaya hidup kemudian pulang malam hari dan belajar untuk kuliahnya. Memang penuh liku akan tetapi mendapatkan hal yang manis di akhir hidupnya dengan pulang ke Indonesia membuat pesawat Indonesia kemudian menjadi presiden RI.

Masa Pendidikan BJ Habibie 

Membaca biografi BJ Habibie seolah tidak akan lengkap rasanya jika tanpa mengenal latar belakang pendidikannya. Memasuki usia sekolah, otak Habibie pun kian cerdas. Namun sedihnya dirinya harus ditinggalkan sang ayah ketika usianya masih sangat muda yaitu 14 tahun. Sang ayah meninggal lantaran serangan jantung. Karena ayahnya selaku kepala keluarga meninggal, maka sang Ibulah yang menggantikan peran dan berjuang secara ekstra untuk bisa menanggung biaya hidup seluruh anggota keluarga. Pada akhirnya, sang Ibu memutuskan menjual rumah lalu pindah ke Bandung. Habibie muda pun menempuh pendidikannya di SMAK Dago lalu melanjutkan kuliah di ITB yang saat itu bernama Universitas Indonesia Bandung dengan jurusan Teknik Mesin.

Belum selesai kuliahnya di ITB, beliau kemudian mendapat beasiswa dari Mendikbud saat itu untuk bisa melanjutkan pendidikannya di Jerman. Di saat pemerintahan Presiden Soekarno saat itu, pemerintah sedang banyak membiayai para anak bangsa untuk bisa bersekolah ke luar negeri untuk bisa menimba ilmu di sana. Di antara ratusan pelajar, Habibie saat itu masuk ke rombongan kedua yang khusus dikirim ke negara luar. Di jerman, Habibie bersekolah di Rhein Westfalen Aachen Technische Hochschule dengan jurusan Teknik Penerbangan spesialisasi Konstruksi pesawat terbang.

Pendidikan Habibie di luar negeri ini bukan kursus yang kilat, namun memang pendidikan bertahun-tahun dan disambi dengan bekerja secara praktik. Awalnya, Habibie hanya tertarik untuk membangun pesawat komersial sesuai ide Presiden Soekarno saat itu yang kemudian memunculkan perusahaan PT PAL dan salah satunya IPTN. Sampai di Jerman, Habibie memang telah bertekad kuat untuk bisa sukses nantinya karena melihat jerih payah dari sang Ibu dalam membiayai pendidikan hingga kehidupannya. Di tahun 1955, mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di sana diberikan beasiswa penuh dan diantara teman yang lain, hanya Habibie yang memiliki paspor swasta atau paspor hijau.

Biografi BJ Habibie di masa pendidikannya belum selesai begitu saja. Semasa liburannya, beliau menjadikannya kesempatan emas untuk bisa belajar, ikut ujian dan juga mencari uang sehingga bisa membeli buku. Namun jika masa libur habis, maka seluruh kegiatannya dikesampingkan dan hanya fokus pada belajar. Hal ini berbeda dengan teman lainnya dimana ketika libur mereka lebih suka bekerja dan mencari pengalaman tanpa memikirkan ujian.

Di tahun 1960, beliau mampu mendapatkan gelar Diploma Ing di Jerman dari Technische Hochschule dan predikatnya adalah Cum Laude atau sempurna dengan nilainya rata-rata adalah 9,5. Dengan mendapatkan gelar Insinyur ini, beliau pun mendaftarkan diri bekerja di Firma Talbot yang merupakan industri kereta api di Jerman. Saat itu, Firma Talbot tersebut sedang butuh wagon dengan volume yang besar. Hal ini lantaran wagon itu akan mengangkut barang ringan dengan volume besar. Talbot butuh wagon dengan jumlah 1000 dan mendapati persoalan ini, maka Habibie pun berusaha mengaplikasikan cara konstruksi dalam membuat sayap pesawat terbang lalu diterapkan pada wagon yang ternyata membuahkan hasil.

Biografi BJ Habibie tentang pendidikan beliau berlanjut ke gelar doktornya dimana beliau melanjutkan studi ke Technische Hochschule Die Facultaet de Fuer Maschinenwesen Aachen untuk mendapatkan gelar doktor. Di tahun 1962, BJ Habibie menikah dengan Hasri Ainun Habibie lalu memboyongnya ke Jerman. Hidupnya saat itu begitu sulit dimana beliau seringkali harus berjalan kaki ke tempat kerja yang jaraknya jauh demi menghemat dalam pengeluaran uangnya. Selain itu Habibie pun harus pulang malam padahal tetap harus belajar untuk studinya.

Perjuangan yang sama juga dirasakan oleh sang istri dimana beliau harus mengantri untuk bisa mencuci baju di tempat umum agar bisa menghemat pengeluaran uang. Setelah berjuang dengan pendidikannya, BJ Habibie akhirnya bisa mendapatkan gelar Doktor Ingenieur dari Technische Hochschule Die Facultaet de Fuer Maschinenwesen Aachen dengan nilai summa cumlaude dan rata-rata nilainya adalah 10 sehingga sangat sempurna.

Kembalinya BJ Habibie ke Indonesia

Biografi BJ Habibie masih tetap berlanjut setelah beliau kembali ke Indonesia. Di Indonesia sendiri, Habibie kemudian menjabat sebagai Menteri Negara Ristek/Kepala BPPT selama 20 tahun dan memimpin perusahaan BUMN Industri Strategis selama 10 tahun. Di tahun 1995, beliau berhasil memimpin proyek pembuatan pesawat yang diberi nama N250 Gatot Kaca dimana menjadi pesawat yang dibuat pertama oleh Indonesia.

Pesawat yang dirancang oleh BJ Habibie ini bukanlah pesawat yang dibuat secara asal-asalan melainkan sudah dipikir dan didesain matang dengan ilmu yang dimiliki oleh BJ Habibie. Pesawat yang diciptakannya ini sudah bisa dibilang mampu terbang tanpa oleng berlebihan dengan teknologi canggih dan terdepan kala itu dan bahkan sudah dipersiapkan untuk bisa 30 tahun ke depan. Untuk melengkapi desain awalnya saja, BJ Habibie butuh waktu selama 5 tahun. Pesawat ini juga menjadi satu-satunya pesawat yang turboprop di dunia dimana menggunakan teknologi Fly By Wire.

Saat itu pesawat N250 Gatot Kaca ini telah terbang hingga 900 jam dan selangkah lagi bisa masuk sertifikasi untuk Federal Aviation Administration. DI zamannya, PT IPTN sudah membangun pabrik pesawat hingga ke Amerika dan Eropa demi bisa menjaring pasaran di negara itu. Meski begitu banyak yang memandang remeh pada pesawat buatan asli Indonesia tersebut. Di bawah komando BJ Habibie, IPTN berhasil mempekerjakan hingga 16.000 orang.

Namun sialnya, ketika IPTN sedang berjaya, justru Presiden Soeharto memerintahkan penutupan IPTN beserta industri strategis lain karena alasan krisis moneter di tahun 1996 sampai 1998. Sebanyak 16.000 karyawan IPTN pun menyebar secara terpaksa ke pabrik pesawat di negara lain demi mencari rezeki di wilayah Brazil, Kanada, Eropa hingga Amerika. Parahnya lagi, justru Indonesia yang membeli pesawat dari negara tersebut. Sungguh disesalkan.

Biografi BJ Habibie di masa jabatan presiden

Setelah IPTN ditutupHabibie kala itu masih menjadi Menteri Riset dan Teknologi. Beliau kemudian diangkat menjadi Wakil Presiden di tanggal 14 Maret 1998 untuk mendampingi Presiden Soeharto. Namun hanya beberapa bulan setelah beliau menjabat, gejolak politik pun tak bisa terhindarkan dan mencapai puncaknya. Presiden Soeharto yang sudah bertahta di kursi presiden selama puluhan tahun akhirnya lengser dengan pengunduran dirinya pada 21 Mei 1998.

Lengsernya Presiden Soeharto pun secara otomatis menjadikan BJ Habibie secara resmi menggantikannya menempati kursi nomor satu di Indonesia. Beliau menjadi Presiden ketiga di RI. BJ Habibie hanya menjabat sekitar satu tahun saja dimana beliau justru mewarisi kondisi saat Indonesia sedang dalam masa rusuh dan banyak wilayah yang ingin melepaskan diri dari Indonesia. Kondisi Indonesia saat itu memang betul-betul memprihatinkan.

Meski begitu BJ Habibie tetap berusaha untuk membangun kembali Indonesia. Beberapa keputusan penting yang dilakukan adalah dengan lahirnya UU tentang Otonomi Daerah. Beliau pun mampu membebaskan rakyatnya untuk beraspirasi sehingga Indonesia bisa membuat banyak partai politik baru yang muncul. Mata uang Indonesia di mata asing saat itu yang mencapai 15 ribu rupiah per dolar bisa ditekannya menjadi hanya di bawah 10 ribu rupiah saja. Beliau punmampu melikuidasi bank bermasalah kala itu.

Namun BJ Habibie pun dipaksa lengser saat itu setelah adanya sidang umum MPR di tahun 1999. Pidato pertanggungjawaban yang diberikannya ditolak MPR dengan alasan Timor Timur yang lepas dari Indonesia saat itu. Setelah jabatannya lepas, KH Abdurrahman Wahid menjadi Presiden penggantinya. BJ Habibie pun sudah kembali menjadi warga negara Indonesia biasa dan kembali bermukim di Jerman meski sesekali pulang ke Indonesia.

Meninggalnya sang istri tercinta

Setelah kabarnya lama tak terdengar, di tanggal 22 Mei 2010 ada kabar mengejutkan dimana sang istri yang setia mendampinginya yakni Hasri Ainun Habibie telah meninggal dunia di Jerman karena penyakit kanker ovarium yang dideritanya. Ibu Ainun meninggal di hari Sabtu pukul 17.30 waktu Jerman. Kepastian meninggalnya Ibu Ainun ini diperoleh dari Ali Mochtar Ngabalin selaku mantan anggota DPR yang juga wakil keluarga dari BJ Habibie. Hal ini menjadi duka yang amat mendalam bagi sang mantan Presiden RI itu.

Bagi BJ Habibie, Ibu Ainun adalah segalanya bagi beliau. Beliau pernah berkata jika Ibu Ainun adalah mata untuk bisa melihat hidupnya. Ibu Ainun juga merupakan pengisi kasih di hidupnya baik di kala susah hingga senang sekalipun. Selama 48 tahun menikah, BJ Habibie dan Ainun tidak pernah terpisah. Ibu Ainun selalu mengikuti kemanapun BJ Habibie pergi dengan rasa sabar dan kasih sayang yang penuh. Bahkan BJ Habibie sendiri tidak tahu menahu akan kanker overium yang diidap oleh sang istri dan hanya tahu 3 hari sebelum Ibu Ainun meninggal lantaran Ibu Ainun tak pernah mengeluh. Betapa terluka hati BJ Habibie saat itu.

Biografi BJ Habibie dibentuk dalam sebuah film

Film Habibie Ainun. Sumber Brilio
Film Habibie Ainun. Sumber Brilio

Perjuangan BJ Habibie sebagai anak bangsa yang selalu berusaha untuk menggapai cita-cita demi kemajuan pembangunan Indonesia memang penuh liku tajam kehidupan. Banyak sekali pengalaman hidupnya yang bisa dijadikan pelajaran mulai dari kerja kerasnya ketika bersekolah di Jerman, perjuangan di kancah politik, hingga cinta setia dan penuh kasihnya bersama sang istri yang tiada tara menjadikan kisahnya sangat layak untuk bisa diketahui seluruh bangsa Indonesia yang dibentuk ke dalam sebuah film bertajuk Habibie dan Ainun.

Film biografi BJ Habibie ini tayang di awal Desember 2012 lalu dengan mengangkat kisah nyata sang visioner beserta romansa kehidupan cintanya yang penuh haru biru dan perjuangan dari mulai remaja hingga Ibu Ainun meninggal dunia. Film yang disutradari oleh Hanung Bramantyo dan Faozan Rizal ini dibintangi artis papan atas Indonesia Reza Rahadian dan Bunga Citra Lestari. Film ini berhasil menarik penonton hingga berjumlah 4,5 juta lebih sehingga menjadi salah satu film Indonesia terlaris sepanjang masa.

Sekian dan terima kasih sampai sini saja penbahasan tetang pahlawan kita

Bye~

See you teman~

 

Ki Hajar Dewantara

Part 4 :  biografi Ki hajar Dewantara, tokoh nasional pendidikan indonesia

Nama Ki Hajar Dewantara pastinya sudah tidak begitu asing lagi di telinga kamu, karena sejak zaman Sekolah Dasar pastinya ia sudah diperkenalkan sebagai salah satu pahlawan nasional Indonesia. Bahkan ulasan seputar biografi Ki Hajar Dewantara ini sendiri juga ada dimana-mana, mulai dimuat dalam buku-buku, artikel, dan juga internet. Banyak yang membahas mengenai biografi Ki Hajar Dewantara tersebut. Ia termasuk salah satu pahlawan nasional yang memiliki kontribusi sangat penting di dalam pendidikan masyarakat pribumi pada masa Penjajahan Kolonial Belanda.

Bahkan wajah beliau sendiri juga pernah ditempatkan dalam uang kertas pecahan 20 ribu rupiah keluaran tahun 1998, sehingga pastinya banyak yang sudah tidak asing dengan wajahnya. Namun untuk ulasan seputar biografi Ki Hajar Dewantara mungkin belum banyak yang tahu mengenai tokoh yang satu ini. ia dijuluki sebagai ‘ Bapak Pendidikan Indonesia’. Berikut ini setidaknya profil biografi Ki Hajar Dewantara singkat yang harus kamu ketahui:

Nama Lengkap: Raden Mas Soewardi Soerjaningrat

Nama Panggilan: Ki Hadjar Dewantara

Tempat Tanggal Lahir: Yogyakarta, 2 Mei 1889

Wafat: 26 April 1959, meninggal dunia di usia 69 tahun

Orang tua: Anak dari pasangan Pangeran Soerjaningrat dan juga Raden Ayu Sandiah.

Saudara: Soerjopranoto

Istri: Nyi Sutartinah

Anak: Ratih Tarbiyah, Syailendra Wijaya, Bambang Sokowati Dewantara, Subroto Aria mataram, Sudiro Alimurtolo.

Biografi Ki Hajar Dewantara: Masa Muda dan Pendidikan

Ki Hajar Dewantara pada dasarnya merupakan anak dari pasangan Pangeran Soerjaningrat dan juga Raden Ayu Sandiah, beliau berasal dari lingkungan keluarga Kadipaten Pakualaman yang dulunya sempat mengenyam pendidikan di ELS atau Sekolah Dasar Eropa Belanda kala itu sampai kemudian melanjutkan pendidikan ke STOVIA yaitu Sekolah Dokter Bumiputera. Hanya saja dikarenakan Soewardi tersebut sempat sakit, maka ia tidak sempat menamatkan pendidikannya kala itu. Hingga kemudian ia bekerja sebagai penulis dan juga wartawan di beberapa surat kabar.

Biografi Ki Hajar Dewantara: Aktivitas Pergerakan

Selain dikenal sebagai seorang wartawan dulunya beliau juga merupakan seseorang yang cukup aktif di dalam sebuah organisasi sosial dan juga politik. Bahkan sejak berdirinya BO atau yang dikenal sebagai Organisasi Boedi Oetomo yaitu pada tahun 1908 beliau juga aktif di dalam sesi propaganda dengan tujuan untuk mensosialisasikan dan juga untuk menggugah kesadaran dari masyarakat Indonesia yang dulunya masih dijajah oleh pemerintahan Belanda untuk bersatu, beliau menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya persatuan dan juga kesatuan di dalam berbangsa maupun bernegara. Bahkan dalam catatan biografi Ki Hajar Dewantara Kongres Boedi Oetomo pertama kali yang diadakan di Yogyakarta diorganisir oleh Ki Haji Dewantara kala itu.

Biografi Ki Hajar Dewantara: Pengasingan Ki Hajar Dewantara

Dalam catatan biografi Ki Hajar Dewantara setidaknya pada tahun 1913 dimana ketika Pemerintah Hindia Belanda akan mengumpulkan sumbangan dari masyarakat Pribumi kala itu yang nantinya akan digunakan sebagai perayaan kemerdekaan Belanda dari Perancis menimbulkan reaksi kritis yang berasal dari kalangan nasionalis, termasuk diantaranya adalah Soewardi atau Ki Hajar Dewantara, hingga kemudian beliau menuliskan sebuah kolom di dalam surat kabar De Expres dengan judul “ Als ik een Nederlander was” bahkan artikel ini dirasa begitu tajam yang juga termasuk kritikan yang sangat pedas bagi pada pejabat Hindia Belanda kala itu.

Bahkan karena memang gaya tulisan yang dibuatnya berbeda dengan penulisan sebelumnya, maka banyak diantara pejabat yang menyangsikan bahwa tulisan tangan tersebut dibuat oleh Soewardi. Mengulas seputar biografi Ki Hajar Dewantara ternyata dari tulisan beliau tersebut banyak diantaranya yang juga berpendapat jika memang Soewardi yang membuat, maka ada campur tangan dari DD atau Douwes Dekker selaku pimpinan dari De Expres ini yang memang ingin memanas-manasi Soewardi sehingga berani untuk membuat tulisan tersebut. Akibat dari tulisan yang dibuatnya tersebut maka beliau kemudian diasingkan ke Pulau Bangka, padahal kala itu usianya masih 24 tahun.

Biografi Ki Hajar Dewantara: Ki Hajar Dewantara Dalam Masa Pengasingan

Membahas seputar biografi Ki Hajar Dewantara saat pengasingan beliau di Belanda sebenarnya memang tidak sendirian, melainkan ditemani oleh kedua sahabatnya, yaitu Douwes Dekker dan juga Tjipto Mangunkusumo, pengasingan ini dilakukan pada tahun 1913. Dalam masa pengasingan tersebut ternyata Soewardi aktif juga di dalam sebuah organisasi yaitu Indische vereeniging atau Perhimpunan Hindia yang isinya adalah pelajar yang berasal dari Indonesia dan pada tahun yang sama ia juga mendirikan sebuah kantor berita yaitu Indonesiach pers bureau atau yang dikenal sebagai Kantor Berita Indonesia.

Berkenaan dengan biografi Ki Hajar Dewantara ini adalah awal mula Soewardi merintis cita-citanya untuk memajukan para kaum pribumi dengan belajar mengenai ilmu pendidikan sampai nantinya berhasil mendapatkan akta atau ijazah pendidikan, sehingga dari akta atau ijazah tersebut dapat digunakan sebagai pijakan untuk mendirikan lembaga pendidikan yang sudah didirikannya tersebut. Pada studinya tersebut ia kemudian terpikat dengan ide-ide dari sejumlah tokoh pendidikan Barat, diantaranya adalah Montessori dan juga Froebel, dari pengaruh-pengaruh tersebutlah kemudian membuatnya mengembangkan sistem pendidikannya sendiri.

Biografi Ki Hajar Dewantara: Awal Kepulangannya ke Indonesia

Setelah kembalinya ke Indonesia maka pada bulan September tahun 1919 ia kemudian segera bergabung di dalam sekolah binaan dari saudaranya sendiri, sehingga kemudian Soewardi memiliki pengalaman di dalam mengajar, berbekal pengalamannya di dalam mengajar kemudian ia mulai mengembangkan konsep mengajar bagi sekolah yang didirikannya sendiri, yaitu sekitar tahun 3 Juli 1992, sekolah ini diberi nama national Onderwijs Institut Tamansiswa atau yang lebih dikenal sebagai Perguruan Nasional Tamansiswa, kala itu Soewardi sudah genap berusia 40 tahun. Pada usia tersebutlah beliau kemudian mengganti nama dengan Ki Hadjar Dewantara dan tidak memakai gelar kebangsawanan di depan namanya. Dalam biografi Ki Hajar Dewantara ini beliau tidak menggunakan gelar kebangsawanannya sebenarnya dengan maksud agar lebih bebas atau leluasa dekat dengan rakyat secara fisik maupun jiwa, tanpa harus memandang kasta.

Bahkan semboyan yang dipakai di dalam sistem pendidikannya ini dikenal di kalangan pendidikan Indonesia yaitu berbunyi ‘ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.’ yang artinya adalah ‘di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat, di belakang memberi dorongan.’ Semboyan ini jugalah yang sampai saat ini masih dikenal di dalam pendidikan Indonesia, apalagi pada sekolah-sekolah dasar.

Biografi Ki Hajar Dewantara: Pengabdian Pada Saat Indonesia Merdeka

Membahas seputar biografi Ki Hajar Dewantara tentunya tidak lengkap tanpa mengenal peran beliau ketika negara Indonesia sudah memasuki fase kemerdekaan, karena ini adalah bagian yang sangat penting, kontribusi beliau sangatlah besar di dalam pembangunan pendidikan di Indonesia. Pada kabinet pertama Republik Indonesia Ki Hajar Dewantara ini langsung diangkat menjadi Menteri Pengajar Indonesia. Dalam catatan biografi Ki Hajar Dewantara pada tahun 1957 beliau telah mendapatkan gelar doktor kehormatan dari sebuah universitas tertua yang ada di Indonesia yaitu Universitas Gadjah Mada.

Atas jasa-jasanya di dalam merintis pendidikan umum, ia kemudian diberikan gelar Bapak Pendidikan Nasional Indonesia dan kemudian hari kelahiran beliau yaitu 28 Nopember tahun 1959 dijadikan atau ditetapkan sebagai Hari Pendidikan nasional.

Biografi Ki Hajar Dewantara: menyambung benang merah peradaban

Menurut catatan yang ada dalam biografi Ki Hajar Dewantara saat menerima gelar sebagai doktor kehormatan dari Universitas Gadjah Mada beliau pernah memberikan sebuah sambutan. Beliau menyebutkan bahwa pendidikan ala Belanda yang selama itu diberikan kepada masyarakat pribumi tidak sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia karena memang hanya mementingkan beberapa aspek saja, diantaranya adalah intelektual, individual, material dan juga kepentingan yang berhubungan dengan kolonial, juga tidak mengandung cita-cita kebudayaan nasional Indonesia. bahkan setelah masa penjajahan berakhir sebenarnya sistem pendidikan masyarakat Indonesia kala itu juga masih dipengaruhi secara kuat oleh bekas penjajahan Belanda. Mengulas biografi Ki Hajar Dewantara tentunya sangat penting juga untuk mengenal perkembangan pada pendidikan di negara Indonesia kala itu.

Indonesia telah memiliki akar atau sejarah pendidikan yang sangat panjang sejak melalui masa penjajahan sampai sekarang ini sudah masuk ke era globalisasi. Bahkan pendidikan yang ada di Indonesia sendiri sebenarnya pernah mengalami masa kejayaan ilmu. Dalam catatan biografi Ki Hajar Dewantara hal ini juga sangat banyak disinggung. Pendidikan Indonesia cukup maju pada masa-masa kerajaan, terlihat jelas pada masa kerajaan Kutai yang ada di Kalimantan Timur, Kerajaan Tarumanegara hingga Kerajaan Kalingga dan juga Kerajaan Sriwijaya, hingga kemudian memasuki masa penjajahan dari bangsa-bangsa, maka pendidikan di Indonesia mengalami kemunduran atau pembodohan.

Dalam biografi Ki Hajar Dewantara juga menyebutkan bahwa ketika bangsa Indonesia telah memasuki masa pejajahan terjadi pembodohan dimana-mana, karena justru berbagai macam ilmu khas yang berasal dari Nusantara justru banyak yang diambil dan juga dipelajari oleh kaum penjajah tersebut, khususnya adalah di Belanda. Dalam biografi Ki Hajar Dewantara sebelumnya juga sudah disebutkan bahwa dalam masa pengasingan ke Belanda beliau kemudian banyak belajar lagi, disana kemudian berkembang sebuah ideology yang mempelajari tentang budaya, bahasa sampai dengan kesusastraan Indonesia.

Meskipun Belanda banyak belajar tentang negara Indonesia justru bangsa Indonesia sebagai kaum terjajah disini tidak mendapatkan apapun, karena justru bangsa Belanda membodohi, tidak memberikan ilmu apapun kepada bangsa Indonesia, berbeda halnya pada masa penjajahan negara Inggris. Jika dilihat kondisi pendidikan saat itu memang tidak ada upaya di dalam mengembangkan pendidikan yang ada. sehingga pada saat Ki Hajar Dewantara datang dan memberikan banyak kontribusi penting ini sangat berperan di dalam kemajuan pendidikan bangsa Indonesia.

Biografi Ki Hajar Dewantara: Beberapa Butir Pemikiran Ki Hajar Dewantara Tentang Pendidikan

Beliau memang dikenal sebagai sosok yang memiliki peran penting di dalam kemajuan pendidikan yang ada di Indonesia, sehingga ada banyak sekali pemikiran-pemikirannya terkait dengan pendidikan ini, bukan hanya pada masa awal kemerdekaan saja, melainkan juga pasca kemerdekaan beliau juga memiliki kontribusi yang tergolong begitu besar. Apalagi saat bangsa Indonesia menghadapi carut-marut pendidikan yang terjadi pada masa reformasi dan juga globalisasi.

Butir-butir pemikiran beliau ada di dalam biografi Ki Hajar Dewantara, pada bagian pertama ini beliau melihat pendidikan dengan perspektif atropologis, yaitu bagaimana caranya warga negara meneruskan warisan budaya kepada generasi yang lebih muda dan juga dengan mempertahankan tatanan sosialnya. Pada catatan biografi Ki Hajar Dewantara ini beliau menyatakan bahwa ‘Pendidikan adalah tempat persemaian segala benih-benih kebudayaan yang hidup dalam masyarakat kebangsaan.’ Jadi nantinya segala macam unsur peradaban akan tetap tumbuh dan diteruskan kepada anak cucunya.

Pada bagian kedua dalam biografi Ki Hajar Dewantara disebutkan bahwa pendidikan nasional harus berdasarkan pada garis hidup bangsanya dan ditujukan untuk keperluan peri kehidupan, sehingga nantinya hal tersebut dapat mengangkat derajat negeri dan juga rakyatnya. Sehingga dengan kedudukan yang sejajar nantinya pantas untuk bekerjasama dengan negara-negara yang lain untuk kemuliaan segenap manusia di seluruh dunia. Disini diketahui bahwa beliau adalah sosok yang sangat menghargai pluralisme atau kemajemukan, bahkan juga berpikiran futuristik.

Jika dilihat dari biografi Ki Hajar Dewantara sistem pendidikan yang digagas oleh beliau adalah sistem pendidikan yang tanggap dan juga mampu untuk menjawab tatanan dunia yang global. Sehingga apa yang terjadi di masa sekarang ini tampaknya memang sudah diprediksi oleh Ki Hajar Dewantara dulu, yaitu dengan konsep pendidikan nasional yang digagasnya. Diantara sistem pendidikan yang digagas tersebut adalah kontinuitet, konvergensi dan juga konsentris. Asas tersebut digunakan untuk mengubah paradigma dan juga pola pikir dalam menyikapi sebuah kemajemukan budaya nasional dan juga internasional.

Bagian ketiga ini adalah bulir akhir dari biografi Ki Hajar Dewantara dimana disini disebutkan bahwa beliau juga memandang penting tentang budi pekerti. Menurut beliau pendidikan ala barat memang hanya berorientasi pada intelektualitas, materialisme dan juga individualisme saja, namun tidak dengan budi pekerti dan memang kurang cocok dengan kebutuhan atau corak dari bangsa Indonesia.

Biografi Ki Hajar Dewantara menyebutkan bahwa beliau juga memikirkan bahwa pendidikan tidak cukup hanya untuk membuat anak menjadi pintar dan juga unggul dalam aspek kognitif, melainkan juga harus mengembangkan seluruh potensi yang ada seperti diantaranya adalah daya cipta (kognitif), daya rasa (afektif) dan juga daya karsa (koatif). Sehingga harus membuat anak menjadi sosok yang mandiri dan memiliki kepedulian terhadap orang lain, bangsa dan juga kemanusiaan.

Sampai disini saya membahasnya

Sekian dan terimakasih

Sampai ketemu di part 5 bye ~

Ir. Soekarno

 Part 3 : Biografi Soekarno, Sang Proklamator, Yang Ditakuti oleh Amerika

Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas biografi tokoh paling berpengaruh di Indonesia yaitu biografi Soekarno. Sampai saat ini bapak proklamator Indonesia ini menjadi salah satu tokoh yang paling dikagumi di Indonesia. Beliau merupakan pesohor di Indonesia dengan isi pidato yang menginspirasi dan membakar semangat anak – anak muda di masanya.

Bahkan sampai saat ini isi pidato bung karno masih saja disukai dan dijadikan pembakar semangat generasi penerus setelahnya. Sebagai presiden, Soekarno sangat disegani oleh para pemimpin negara di dunia pada waktu itu. Soekarno dilahirkan di Surabaya tepatnya pada tanggal 6 Juni 1901 dengan nama asli Koesno Sosrodihardjo. Beliau merupakan anak yang berprestasi sejak kecil bahkan Soekarno mampu menguasai begitu banyak bahasa sehingga dikenal dengan kecerdasannya di mata dunia. Berikut biodata soekarno :

Biografi Soekarno

  • Nama lengkap : Ir. Soekarno
  • Nama panggilan : Bung Karno
  • Nama kecil : Kusno
  • Tempat, tanggal lahir : Blitar, 6 Juni 1901
  • Agama : Islam
  • Nama Isteri :
    • Fatmawati
    • Hartini
    • Ratna Sari Dewi
  • Nama Anak :
    • Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati, Guruh (dari Fatmawati)
    • Taufan, Bayu (dari Hartini)
    • Kartika (dari Ratna Sari Dewi)
  • Pendidikan :
    • HIS di Surabaya
    • Hoogere Burger School (HBS)
    • Technische Hoogeschool (THS)
    • Meninggal : 21 Juni 1970
    • Dimakamkan : Blitar, Jawa-Timur.
Bung Karno adalah nama populer dari Soekarno. Lahir pada 6 Juni 1901 di Blitar, Jawa Timur. Ketika Soekarno kecil, ia tidak tinggal bersama dengan orang tuanya yang berada di Blitar. Ia tinggal bersama dengan kakeknya yang bernama Raden Hardjokromo di Tulung Agung, Jawa Timur. Soekarno bahkan sempat mengenyam sekolah disana walau tidak sampai selesai, karena harus ikut bersama dengan orang tuanya yang pada waktu itu pindah ke Mojokerto. Di Mojokerto, Soekarno kemudian disekolahkan di Eerste Inlandse School dimana ayahnya juga bekerja disitu sebagai guru. Akan tetapi kemudian ia dipindahkan pada tahun 1911 ke ELS yang setingkat sekolah dasar untuk dipersiapkan masuk di HBS yang ada di Surabaya. Setelah tamat dan bersekolah di HBS tahun 1915, Soekarno kemudian tinggal di rumah Haji Oemar Said Tjokroaminoto atau HOS Cokroaminoto yang merupakan sahabat dari ayah Soekarno. Darisanalah Soekarno kenal dengan dunia perjuangan yang membuatnya menjadi pejuang sejati.

Biografi Soekarno : Momen Bersejarah 17 Agustus 1945

Pada tanggal 17 Agustus 1945, Soekarno dan Mohammad Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan Jepang dimana pada tanggal ini juga diperingati sebagai Hari Kemerdekaan Indonesia yang juga membuat Soekarno diangkat menjadi presiden pertama Indonesia. Dalam biografi Soekarno, ia berhasil membentuk pancasila dengan timnya sebagai dasar negara Indonesia.

Dengan proklamasi kemerdekaan ini juga membuat kawannya Mohammad Hatta dinobatkan sebagai wakil presiden pertama Indonesia mendampingi Soekarno. Diluar sosoknya sebagai Bapak Bangsa Indonesia, tidak banyak orang yang tahu jika Soekarno pernah menikah sebanyak sembilan kali. Kharisma yang luar biasa dimiliki oleh Soekarno melalui penuturan orang – rang yang dekat dengannya membuat wanita cantik terkesima dan kemudian dijadikan istri Soekarno. Beliau tertarik dengan wanita sederhana dan sopan. Salah satu istrinya Fatmawati pernah bertanya pada presiden Soekarno mengenai wanita yang berpenampilan seksi. Beliau menjawab bahwa wanita yang penampilannya sopan dan sederhana lebih menarik dan lebih ia sukai. Menurut Soekarno kecantikan seorang wanita terlihat dari keaslian, tutur bahasanya, sikapnya dan kesederhanaan yang terpancar dari dalam dirinya.

Bertahun-tahun dijajah oleh para penjajah, pada akhirnya Indonesia pun bisa mengumandangkan kemerdekaan. Kemerdekaan Indonesia yang bertepatan dengan tanggal 17 Agustus puluhan tahun silam tentu tidak akan bisa dilepaskan dari jasa para pahlawan yang telah gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia ini. Salah satu pahlawan pemberani yang namanya tidak akan pernah bisa dilepaskan dari sisi kemerdekaan negeri ini adalah Ir Soekarno. Proklamator sekaligus Presiden Indonesia yang pertama ini memang memberikan begitu banyak pengaruh hingga akhirnya Indonesia bisa merdeka. Sebagai bangsa yang menghargai pahlawannya, ada baiknya kita bisa mengetahui biografi Soekarno, Sang Proklamator.

Masa kecil Ir Soekarno

Biografi Soekarno tentu harus diawali dari masa kecilnya lebih dulu sehingga Anda bisa mengenal lebih dalam. Terlahir di Blitar tanggal 6 Juni 1901 dengan nama Kusno Sosrodihardjo. Masa kecil Presiden Soekarno bersama kedua orang tuanya di Blitar tidak dihabiskan dalam waktu lama. Ayahnya adalah Raden Soekemi Sosrodihardjo yang merupakan seorang guru di Jawa, tepatnya di Surabaya. Sedangkan Ibunya adalah Ida Ayu Nyoman Rai yang asalnya dari Buleleng, Bali. Selanjutnya Beliau tinggal dengan kakeknya yang bernama Raden Hardjoko yang ada di Tulung Agung, Jawa Timur. Beliau sempat bersekolah di sana meski tidak hingga selesai lantaran kembali ikut orang tuanya ke Mojokerto.

Pendidikan Ir Soekarno

Mengenal biografi Soekarno, tentu tak lengkap jika tak tahu tentang riwayat pendidikannya. Saat di Mojokerto, ayah Ir Soekarno nmenyekolahkan Soekarno kecil di tempat sang ayah menjadi guru. Tetapi di tahun 1911 ayahnya memindahkan Soekarno ke sekolah ELS atau Europeesche Lagere School yang bertujuan agar nantinya Soekarno bisa mudah masuk ke HBS atau Hogere Burger School yang ada di Surabaya. Tamat sekolah di Hogere Burger School di tahun 1915, Soekarno selanjutnya tinggal bersama Haji Oemar Said Tjokroaminoto atau kini banyak yang lebih mengenal dengan nama H.O.S Cokroaminoto dimana beliau ini adalah teman dari ayah Soekarno yang juga dikenal pendiri Serikat Islam.
Biografi Soekarno tentang pendidikan masih berlanjut dimana saat di rumah Cokroaminoto, Soekarno yang masih muda pun mulai belajar dalam dunia politik. Soekarno muda juga belajar untuk pidato dengan cara melakukannya sendiri di kamarnya di depan cermin. Di sekolahnya, Hogere Burger School, Soekarno pun memperoleh banyak sekali ilmu terkait banyak hal. Setelah menyelesaikan pendidikan di Hogere Burger School di tahun 1921, kemudian Soekarno pindah ke Bandung lalu tinggal bersama Haji Sanusi yang kemudian melanjutkan sekolah ke THS atau Technische Hooge School di jurusan teknik sipil dimana saat ini sudah menjadi ITB lalu kemudian bisa lulus di tanggal 25 Mei 1926 sehingga mendapatkan gelar Insinyur atau Ir.

Biografi Soekarno di masa penjajahan Jepang

Ketika awal masa penjajahan Indonesia oleh Jepang sekitar tahun 1942 sampai 1945, pemerintah Kepang masih belum memperhatikan tokoh dari pergerakan Indonesia. Hal ini bisa terlihat dari Gerakan 3A yang tokohnya adalah Shimizu dan Mr. Syamsuddin dimana mereka berdua kurang populer. Tapi pada akhirnya pada masa pemerintahan Jepang, tokoh Indonesia ini kemudian mulai diperhatikan lalu dimanfaatkan juga mulai dari Soekarno, Moh Hatta dan masih banyak lagi beserta organisasinya, sehingga diusahakan bisa menarik perhatian dari penduduk Indonesia.

Masih berlanjut biografi Soekarno saat masa penjajahan Jepang dimana disebutkan ragam organisasi mulai dari Jawa Hokokai, BPUPKI, Pusat Tenaga Rakyat (Putera) hingga PPKI dengan tokoh mulai dari Soekarno, Moh Hatta, Ki Hajar Dewantara, hingga K.H Mas Mansyur dan tokoh yang lainnya yang aktif dalam aktivitas pergerakan nasional. Akhirnya, para tokoh nasional ini kemudian bekerja sama bersama pemerintah Jepang dalam mencapai kemerdekaan Indonesia. Meski begitu, tetap ada yang melakukan gerakan bawah tanah yaitu Amir Sjarifuddin dan Sutan Syahrir, mengingat mereka menganggap jika Jepang merupakan fasis berbahaya.

Soekarno di antara para pemimpin dunia

Di tahun 1943, Hideko Tojo yang merupakan Perdana Menteri Jepang mengundang para tokoh Indonesia yakni Soekarno, Moh Hatta hingga Ki Bagoes Hadikoesoemo menuju Jepang dan langsung diterima oleh Kaisar Hirohito. Bintang kekaisaran yaitu Ratna Suci pun diberikan kepada ketiga tokoh tersebut oleh Kaisar Hirohito. Penganugerahan ini pun menjadikan pemerintahan pendudukan Jepang kaget lantaran karena adanya penganugerahan bintang itu maka ketiga tokoh dari Indonesia tersebut sudah dianggap sebagai keluarga dari Kaisar Jepang itu.

Namun saat Agustus 1945 beliau kembali diundang Marsekal Terauchi yang merupakan pimpinan Angkatan Darat di wilayah Asia Tenggara di daerah Vietnam dimana menyatakan jika proklamasi Indonesia adalah urusan dari rakyat Indonesia. Tetapi karena banyaknya Soekarno berhubungan dengan pemerintahan Jepang dan badan organisasi Jepang menjadikan Soekarno pun justru dituduh Belanda sudah bekerja sama dengan pihak Jepang misalnya dalam kasus romusha.

Biografi Soekarno di masa kemerdekaan

Setelah pemerintahan Belanda mengakui kedaulatan Indonesia, Presiden Soekarno pun diangkat sebagai Presiden Republik Indonesia Serikat sdengan Mohamad Hatta sebagai Perdana menterinya. Lalu jabatan Presiden RI diberikan kepada Mr Assaat dimana dikenal sebagai RI Jawa-Yogya saat itu. Meski begitu, karena tuntutan Indonesia menjadi yang ingin Indonesia kembali menjadi negara kesatuan, maka 17 Agustus 1950 RIS diubah kembali menjadi RI dan Soekarno kembali menjadi Presiden RI. Saat itu Indonesia sedang mengalami jatuh bangun kabinet dimana Presiden Soekarno kurang percaya pada sistem multipartai dan menyebut sebagai penyakit kepartaian.

Selain itu, Presiden Soekarno juga memberikan banyak gagasan di dunia internasional karena keprihatinan pada nasib bangsa di Asia-Afrika yang banyak belum merdeka dan belum memiliki hak menentukan nasib sendiri. Hal ini juga yang menjadikan Presiden Soekarno mengambil inisiatif mengadakan Konferensi Asia Afrika di tahun 1955 saat itu di Bandung. Di Konferensi tersebut, para pimpinan negara ini kemudian membocarakan berbagai macam persoalan mulai dari ketimpangan, kekhawatiran kemunculan perang nuklir, ketidakadilan badan-badan internasional dalam hal pemecahan konflik dan banyak lagi menjadi hal yang dibicarakan di sana.

Bersama dengan Presiden Gamal Abdel Nasser (Mesir), Josip Broz Tito (Yugoslavia), U Nu (Birma), Mohammad Ali Jinnah (Pakistan) dan Jawaharlal Nehru (India), Presiden Soekarno mengadakan Konferensi Asia Afrika dan membuahkan Gerakan Non Blok. Atas jasanya ini, banyak negara di kawasan Asia dan Afrika yang bisa mendapatkan kemerdekaan. Meski begitu tak sedikit juga yang mengalami konflik panjang lantaran ketidakadilan. Atas jasa besarnya inilah tak heran jika banyak penduduk di kawasan Asia dan Afrika yang mengenal Soekarno. Untuk bisa menjalankan politik bebas aktif dunia internasional, maka Presiden Soekarno juga berkunjung ke beberapa negara dan bertemu para pimpinan negara lain seperti John Fitzgerald Kennedy (Amerika Serikat), Nikita Khruschev (Uni Soviet), Mao Tse Tung (RRC) hingga Fidel Castro (Kuba).

Penghargaan yang diperoleh Soekarno

Semasa hidup, Soekarno memperoleh banyak penghargaan mulai dari gelar Doktor Honoris Causa yang didapat dari 26 universitas dari dalam dan luar negeri. Beliau juga mendapatkan penghargaan berupa bintang kelas satu yakni The Order of the Supreme Companions yang diberikan Thabo Mbeki yakni Presiden Afrika Selatan karena mampu mengembangkan solidaritas secara internasional demi bisa melawan bentuk penindasan dari negara maju. Itulah sekelumit biografi Soekarno, sang Proklamator kebanggaan Indonesia yang bisa dijadikan bahan pembelajaran untuk seluruh rakyat Indonesia atas kegigihan, semangat dan kecerdasannya demi membangun negara.

Sampai disini dlu pembahasan kita teman²
Sampai juga di part 4 ~
See you ~

Mohammad Hatta

Part 2 : Mohammad Hatta sosok pencetus kemerdekaan indonesia

Biografi Moh Hatta 

Siapa yang tidak kenal pria ini? Pria yang menjadi salah satu sosok pencetus kemerdekaan Indonesia ini, namanya kerap di sandingkan dengan Bapak Proklamator Ir. Soekarno
•Nama :Mohammad Hatta
•tanggal lahir / tempat lahir : 12 Agustus 1902,Sumatra Barat (bukit tinggi)
•anak yang lahir dari pasangan : Haji Mohammad Djamil dan Siti Saleha

Biografi Moh Hatta pada Masa Kecil :


Mohammad Hatta kecil tumbuh di bawah pengasuhan ibunya Siti Saleha. Saat ia berusia 8 bulan, ayahnya Bapak H. Mohammad Djamil pun meninggal dunia. Mohammad Hatta Kecil menjadi satu satunya anak laki laki, diantara 6 saudara perempuannya saat itu. Mohammad Hatta tumbuh menjadi sosok pemuda yang memiliki ketertarikan kuat dengan organisasi pergerakkan kala itu. Ketertarikan Beliau telah terlihat semenjak ia duduk di Meer Uirgebreid Lagere School (Sederajat Sekolah Menengah Pertama). Saat itu, Mohammad Hatta memilih bergabung dan menjabat sebagai bendahara di perserikatan Jong Sumatranen Bond. Hari demi hari semenjak bergabungnya Mohammad Hatta di perserikatan, membuat ia berubah menjadi sosok yang kian disiplin dan penuh dengan rasa tanggung jawab. Dalam kesehariannya, Mohammad Hatta adalah orang yang memiliki ketertarikkan kuat dengan cabang ilmu perekonomian. Namun, kecerdasan dan ketelitiannya membuat ia peka terhadap hukum dan isu politik yang beredar di Indonesia saat itu.

 

Biografi Moh Hatta pada masa Pendidikan :


Pendidikan Mohammad Hatta pun berlanjut hingga ke negara Belanda. Sekitar tahun 1932, beliau menyelesaikan pendidikannya di Nederland Handelshogeschool, Rotterdam, Belanda, dan meraih gelar Drs. Momentum perubahan di dalam diri Mohammad Hatta pun terjadi ketika ia bergabung dengan Indische Vereniging saat masih studi di Belanda. Bergabungnya ia dengan organisasi tersebut telah menumbuhkan ketertarikannya dengan dunia politik. Selang beberapa waktu, Indische Vereniging pun mengubah nama menjadi Perhimpunan Indonesia (PI). Waktu terus berjalan, PI yang sebelumnya merupakan organisasi mahasiswa biasa, pun berubah menjadi sebuah organisasi yang lebih besar dan memiliki andil dalam kancah politik di Indonesia saat itu. Pengaruh PI yang kian massif, membuatnya di akui sebagai pos depan pergerakan nasional di wilayah eropa.

Bukan hanya itu saja, kepiawaian beliau dalam berorganisasi juga sering membuatnya terpilih menjadi pembicara dari Indonesia dalam berbagai konferensi bertaraf internasional, seperti : konferensi terkait permasalahan buruh, hingga konferensi liga wanita untuk perdamaian dan kebebasan di Swiss.

Dalam kesehariannya, sedari kecil beliau telah akrab dengan kegiatan membaca dan menulis. Bahkan, Mohammad Hatta adalah orang yang sangat rajin merilis artikel di harian nasional dan beragam majalan perhimpunan. Tentunya semua potensi ini tidak lepas dari kecerdasan linguistik yang beliau miliki yang telah di anugrahkan oleh sang pencipta.

 

Biografi Moh Hatta pada politik :


Sekitar awal Agustus tahun 1945, Mohammad Hatta dipercaya untuk menduduki jabatan sebagai wakil ketua Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia, di mana saat itu yang menjadi ketuanya adalah Ir. Soekarno. Setelah teks proklamasi kemerdekaan selesai dipersiapkan (16 Agustus 1946), keesokan harinya tepat 17 Agustus 1945 yang berlokasi di Jl. Pangangsaan Timur Jakarta Pusat, Ir. Soekarno memproklamirkan kemerdekaan Bangsa Indonesia kepada dunia. Dan keesokan harinya pada tanggal 18 Agustus di tahun yang sama, Ir. Soekarno dilantik menjadi Presiden pertama Indonesia dengan didampingi Bapak Mohammad Hatta sebagai Wakil Presiden Pertama Indonesia.

Setelah Indonesia mengumumkan kemerdekaannya, pria yang akrab dengan panggilan Bung Hatta ini pun aktif mengisi ceramah di berbagai universitas di Indonesia. Bahkan tidak hanya sekedar mengisi ceramah, beliau juga berhasil meraih gelar Doctor Honoris Causa dalam bidang ekonomi dan hukum dari berbagai universitas di wilayah Indonesia. Aktivitas beliau pun kian berlanjut, Mohammad Hatta merilis buku ilmiahnya dalam bidang ekonomi dan koperasi.

Disamping itu, Bung Hatta juga kerap memberikan bimbingan pada gerakan koperasi agar dapat mewujudkan cita cita ekonomi koperasi yang ia miliki. Sekitar tahun 1951, tepatnya tanggal 12 Juli, Bapak Mohammad Hatta menyampaikan pidato lewat radio sebagai bentuk penyambutan kepada hari koperasi Indonesia. Dan hal ini beliau lakukan berangkat atas besarnya kepedulian beliau terhadap gerakan koperasi yang ada di Indonesia. Pada tanggal 17 Juli 1953, Bung Hatta pun ditunjuk sebagai Bapak Koperasi Indonesia pada saat Kongres Koperasi Indonesia di Kota Bandung.

Pada tanggal 14 Maret 1980, Indonesia pun berduka. Bung Hatta menghembuskan nafas terakhirnya, dengan meninggalkan Rahmi Rachim (Istri) dan tiga orang putri kesayangannya: Meutia Farida, Gemala Rabi’ah, dan Halida Nuriah. Beliau dimakamkan di Tanah Kusir Jakarta.

Berikut di bawah ini adalah beberapa bentuk sikap keteladan beliau yang layak kita tiru:

Sosok yang menjunjung tinggi kedisiplinan serta keteraturan
Rajin Membaca Buku
Selalu Bekerja dengan hati hati dan sistematis
Berjuang tanpa kekerasan
Teguh diatas prinsip

Sampai disini saja pembahasan kali ini

See you teman² pada part 3^^


Rabu, 01 April 2020

KARTINI

Hai teman teman sebelum saya membahas apa yang akan saya sampaikan disini perkenalkan nama saya Marselin Ameliana, okeh tampa basa basi mari kita lanjut ke pembahasan para pahlawan kita

Part 1 : Biografi RA Kartini, Sang Pahlawan, yang Berjuang Untuk Emansipasi Wanita

Tentu masyarakat Indonesia sudah kenal dengan potongan lagu yang berbunyi “Wahai ibu kita kartini puteri yang mulia, sungguh besar cita – citanya bagi Indonesia”. Potongan lagu tersebut merupakan lagu persembahan Indonesia untuk kemuliaan dan perjuangan ibu Kartini di era penjajahan.

Beliau merupakan salah satu pahlawan wanita Indonesia yang rela berjuang untuk rakyat Indonesia di masa penjajahan. Beliau adalah wanita terdidik yang memiliki harapan atas kesamaan gender. Di masa itu memang wanita tidak dihargai, tidak boleh mendapatkan pendidikan yang layak hanya tugasnya harus di rumah mengurus suami, anak dan memasak. Kemudian RA Kartini berjuang agar wanita tidak ditindas dan bisa sejajar dengan pria lewat sebuah perjuangannya yang menyuarakan kebenaran. Beliau memang wanita cerdas yang pemberani hingga semua yang dilakukan memberi arti yang sangat besar bagi wanita Indonesia sampai saat ini. Berikut Biografi RA Kartini, salah satu pahlawan wanita Indonesia yang patut dikenang sepanjang masa.

BIOGRAFI KARTINI

Nama asli : Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat

Nama terkenal : Raden Adjeng Kartini

Tempat lahir : Jepara Jawa Tengah

Tanggal lahir : Senin, 21 April 1879

Wafat : 17 September 1904, Kabupaten Rembang

Ayah : Raden mas Adipati Ario Sosroningrat

Ibu : M.A Ngasirah

Garis keturunan : Hamengkubuwono VI

Warga Negara : Indonesia

Agama : Islam

Pasangan : K.R.M Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat

Anak : Soesalit Djojoadhiningrat

Dikenal karena : emansipasi wanita

Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat merupakan nama lengkap RA Kartini. Ia lahir pada tanggal 21 April 1879 di Mayong, Jepara, Jawa Tengah. Ayahnya bernama Raden mas Adipati Ario Sosroningrat yang merupakan seorang bupati Jepara. Kartini adalah keturunan ningrat. Hal ini bisa dilihat dari silsilah keluarganya. Kartini adalah putri dari istri pertama, tetapi bukan istri utama. Ibunya bernama M.A Ngasirah yang merupakan putri dari Nyai Haji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono yang merupakan seorang guru agama di Telukawur, Jepara. Dari sisi ayahnya, silsilah Kartini dapat dilacak sampai Hamengkubuwana VI.

Sudah banyak yang mengupas mengenai pahlawan wanita berpengaruh di Indonesia bahkan dunia yang satu ini. Ibu kita kartini memang menjadi salah satu tokoh pahlawan wanita yang fenomenal di tanah Jawa tepatnya berasal dari Jawa Tengah. Banyak penulis menuturkan biografi RA Kartini dan menceritakan perjalanan hidupnya yang menginspirasi. Seperti halnya yang dilakukan oleh Sitisoemandari Soeroto dalam bukunya yang berjudul ‘Kartini : Sebuah Biografi’.Dalam buku ini diterangkan tentang silsilah keluarga Kartini, sisi kehidupan yang menjadi saksi perjuangan melalui tulisannya yang sarat akan kritik penyetaraan gender, nasionalisme yang mengunggah sampai ke negeri Belanda. Kumpulan tulisan kepada sahabat – sahabat penanya di Belanda atau surat – surat yang pernah ia buat dirangkum Armijn Pane dalam sebuah buku yang berjudul ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’ yang juga menjadi salah satu tema yang pernah ia tuliskan.Keturunan Kartini saat ini masih ada yang masih hidup dengan silsilah keluarga Kartini. Perjalanan hidup Kartini sampai dengan kontroversi gelarnya yang membuat Indonesia pernah geger pada waktu itu memang masih menjadi tanda tanya dan membuat banyak orang masih tertarik dan ingin tahu terus bagaimana biografi RA Kartini sebagai pahlawan wanita Indonesia. Karena itu film – film Kartini sampai saat ini masih memiliki cerita – cerita baru dari babak profil dan biografi RA Kartini.

Pembahasan pahlawan yang akan saya bahas pada part 2^^

Bye see you guys~